Tahanan Rumah Di Kenakan Penyuap Eks Kepala BPN Lebak

Hukum134 Dilihat

Serang Depok prabu news com, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan penyuap mantan Kepala BPN Lebak Ady Muchtadi, Maria atau Maria Sopiah (Dra S), sebagai tahanan rumah.

Tersangka Maria terlihat keluar dari ruangan penyidik ​​Kejati Banten pukul 20.40 WIB menggunakan kursi roda. Dikawal petugas kejaksaan, diangkut ke mobil dan ditetapkan jadi tahanan rumah.

Kasi Pidsus Kejati Banten Ricky Tommy Hasiholan mengatakan, selain memanggil tersangka Maria, penyidik ​​juga memanggil anaknya yaitu Eko Hendro Priyatno yang tersangka. Tapi, ia tidak hadir atas alasan perawatan medis, penyidik ​​pun menjadwalkan pemanggilan ulang pada Kamis, (27/10/2022).

“Kami melakukan pemanggilan tersangka Dra S dan EHP, hadir satu orang yaitu Dra S sedangkan EHP tidak hadir. Terhadap tersangka Dra S penyidik ​​melakukan pemeriksaan, kami mendapatkan surat permohonan dari kuasa hukum untuk tidak melakukan penahanan,” kata Ricky.

Ricky mengatakan Maria mengalami keterbatasan mobilitas, penyakit diabetes, gastropati, kolitis sehingga menggunakan kursi roda. Karena itu, Maria ditahan di rumah.

“Dan atas dasar asesmen tersebut akan menentukan sikap kembali apakah tahanan rumah atau rutinitas, jadi saat ini tersangka Dra S dilakukan penahanan rumah di Bekasi,” jelasnya.Sebelumnya, Kejati Banten menetapkan eks Kepala BPN Lebak Ady Muchtadi dan honorer BPN inisial DER jadi tersangka suap dan gratifikasi senilai Rp 15 miliar. Suap dan gratifikasi dilakukan tersangka Maria dan Eko untuk pengurusan tanah di Lebak pada 2018 hingga 2020 melalui dua rekening penampung      (kang prabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed