DEPOK PRABU NEWS.COM Depok, 25 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat peran pendidikan vokasi di tengah masyarakat, dosen Jurusan Teknik Alat Berat Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan Basic Technical Core Skill. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi komunitas otomotif di wilayah Depok dan sekitarnya, sebagai bentuk kontribusi nyata kampus vokasi terhadap peningkatan keterampilan dasar masyarakat. Acara berlangsung di Gedung Alat Berat PNJ pada Kamis (24/7) dan diikuti oleh sepuluh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, warga sekitar kampus, hingga para peminat dunia teknik mesin yang tergabung dalam komunitas otomotif lokal.
Ketua pelaksana kegiatan, Tia Rahmitia, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki misi sosial. Menurutnya, pemahaman tentang mekanika dasar dan keselamatan kerja (K3) adalah kebutuhan penting yang harus dimiliki masyarakat di era modern, terutama di lingkungan yang berkaitan dengan permesinan dan perbengkelan.
“Kami sangat menghargai antusiasme para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ini. Tujuan kami adalah menjembatani kesenjangan pengetahuan antara institusi pendidikan dan masyarakat, khususnya dalam bidang teknik alat berat dan mekanika dasar,” ujar Tia di hadapan peserta.
Materi pelatihan dirancang komprehensif dan aplikatif. Para peserta dibekali pemahaman dasar mengenai keselamatan kerja (safety introduction), teknik penggunaan alat ukur dan peralatan tangan, serta prosedur pengangkatan dan penopangan beban (lifting and blocking). Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini memberikan pengalaman langsung melalui praktik kerja bengkel, sehingga peserta dapat merasakan simulasi dunia kerja secara nyata.
Yang menarik, kegiatan ini turut melibatkan lima mahasiswa PNJ sebagai fasilitator . Mereka mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung, baik dalam sesi pemaparan materi maupun saat praktik di lapangan. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi contoh penerapan project-based learning dan peer-to-peer education, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Suasana pelatihan tampak hidup dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi dengan saksama, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung setiap prosedur kerja yang diajarkan. Salah satu peserta, Rifki (22), mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini karena memberikan wawasan teknis yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. “Saya jadi paham bagaimana cara kerja alat-alat dasar dan pentingnya menjaga keselamatan di bengkel. Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan saya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan validasi kompetensi, seluruh peserta mendapatkan sertifikat pelatihan di akhir kegiatan. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk lebih percaya diri saat terlibat dalam aktivitas teknis di komunitas atau dunia kerja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PNJ dalam memperkuat peran perguruan tinggi vokasi sebagai penggerak transformasi keterampilan masyarakat. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas dan materi yang lebih beragam, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi di bidang alat berat dan otomotif.
Melalui inisiatif ini, PNJ menegaskan eksistensinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan riil lapangan, sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas
kang prabu






