Korban Pembacokan Terjadi Lagi Di Daerah Pondok Petir

Kriminal114 Dilihat

Depok,prabunews.com WJ, seorang warga ditemukan tergeletak dengan penuh darah di dekat Pos Pol Reni Jaya, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari. Informasi kejadian pembacokan oleh Orang Tidak Dikenal beredar di group WhatsApp.

“Aslkm kawans semua, tadi pagi ada peristiwa pembegalan dan pembacokan warga RW 15, kejadian di pospol Reni Jaya dikutit/diikuti dari Arhat pada pukul 03.30 pagi tadi dengan berkendaraan motor sendiri pulang kerja yang pembacokan berkendara motor boncengan berdua. Mohon perhatian kita semua utk waspada dan pengaktifan pospol Reni Jaya serta siskamling bersama,”katanya.

“Saya sebagai ketua RW 15 utk berpartisipasi keamanan warga kerjasama seluruh rw pontir, babinsa/kantibmas, Kepolisian dan elemen lainya, atas perhatian terimakasih,” kata Ketua RW 15, Hamdi.

Sementara itu berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan, kejadian berawal ketika korban WJ, karyawan swasta, dalam perjalanan arah pulang ke Perum Pesona Pamulang RW 15 Pondok Petir.

Setibanya masuk di Jalan Raya Pondok Petir RT 05/01 (tepatnya di Jembatan Pondok Petir) Dekat Pospol Pondok Petir, ada dua orang tidak dikenal mengenakan motor matik.

Tiba-tiba dari arah belakang langsung membacok punggung korban diduga menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga terluka.

Kapolsek Bojongsari, Kompol Yogi Maulana mengatakan, pelaku belum berhasil mengambil motor Honda PCX milik pegawai swasta di RW 15 Perum Reni Jaya, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari.

“Tiba-tiba korban diserang hingga punggung belakangnya terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Motor korban masih ada di lokasi namun korban terluka di jalan. Oleh warga sekitar dibantu keamanan lingkungan yang tengah ronda menolong korban dilarikan ke RS Permata Pamulang dengan luka empat jahitan,” ungkapnya.

Dari hasil pengecekan di lokasi kejadian, kata Yogi, harta benda korban tidak ada yang hilang termasuk motor Honda PCX putih korban masih ada di lokasi.

“Dugaan kami motif para pelaku OTK ini kesal atau menyimpan dendam ke korban tapi masih akan kami dalami dan selidiki lebih dahulu,”katanya.

Yogi mengimbau kepada warga agar tidak jalan atau keluar sendirian malam-malam karena dapat mengundang niat jahat.

“Jika tidak terlalu penting keluar malam apalagi sendiri lebih baik tidak keluar. Jika memang harus keluar paling tidak ada orang berdua menemani terutama hindari naik motor di jalan yang sepi,” terangnya.

Kasusnya, kata dia, kini sudah ditangani anggota Polsek Bojongsari dan pihaknya meningkatkan patroli.

Sebelumnya pedagang ayam potong, Kholiqul Saripulloh mengaku dibegal di Jalan Raya Abdul Wahab, Kedaung, Sawangan, Kamis (09/03/23) subuh.

Pelaku empat orang mengancam sebilah celurit dan merampas motor Yamaha N Max bersama 30 Kg dagangan ayam potong milik korban.

kang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *