Jembatan GDC Rampung Setelah Di Revitalisasi Pemda Depok

Berita99 Dilihat

Depok,prabunews.com Jembatan Grand Depok City yang sudah selesai direvitalisasi oleh Pemkot Depok dengan konsep Instgramable mendapatkan respon yang positif dari warga. Nantinya, jembatan itu ada penambahan ornamen khas pada railing jembatan dan berkonsep etnik serta futuristik juga kekinian.

Pantauan pada malam hari, Jembatan GDC yang menghubungkan Pancoran Mas dan Sukmajaya dilengkapi dengan lampu warna warni dan ornamen Tugu Kujang di bagian kanan dan kiri jembatan.

Kujang merupakan senjata tradisional khas Jawa Barat yang bentuknya sering dijadikan motif batik, patung, maupun lambang yang mencerminkan Suku Sunda.

Penambahan ornamen Kujang pada Jembatan GDC bertujuan sebagai hiasan pada sisi kanan dan kirinya dan untuk menambah kesan estetik pada jembatan tersebut. Selain itu ornamen Kujang melambangkan simbol senjata khas Jawa Barat.

Kehadiran Jembatan GDC yang baru, kini sering dijadikan lokasi swa foto bagi masyarakat Kota Depok dan sekitarnya.

Ani Damayanti, salah satu warga kepada wartawan mengatakan, dirinya sengaja datang ke Jembatan GDC untuk melihat pemadangan baru malam hari.

“Kami sama anak dan suami mau lihat langsung Jembatan GDC yang baru, ternyata keren juga ada lampu warna warninya,”katanya.

Dengan wajah baru, banyak warga yang datang ke lokasi untuk mengobrol bahkan berswa foto menggunakan telepon genggam.

Pemerintah Kota Depok melakukan revitalisasi jembatan di Jalan Grand Depok City (GDC) dengan memperbaiki badan jembatan dan menambah nuansa estetik jembatan tersebut agar semakin indah terlihat.

“Kami tidak akan bongkar total Jembatan GDC, karena berdasarkan hasil kajian bahwa konstruksi jembatan ini masih bagus, namun memang ada beberapa titik yang perlu dibenahi,” jelas Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Idris mengatakan, badan jembatan ditambah aspal sehingga semakin mulus jalannya dan dengan mempercantik estetika nuansa etnik semacam ada lambang Jabar.

“Jembatan GDC nanti terlihat estetika bisa menghibur warga dan bisa melakukan selfi-selfi dengan nuansa estetikanya,” pungkasnya.         (kang prabu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *