Harga Beras Masih Tinggi Akibat Masih Jual Harga Beras Lama

Berita166 Dilihat

DEPOK PRABU NEWS.COM Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Tim Sinkronisasi dan Koordinasi Ketersedian Bahan Pokok Kejaksaan Negeri Depok melakukan monitoring ke distributor besar di Kecamatan Sukmajaya, akhir pekan kemarin.

Dari hasil monitoring tersebut, Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagin Kota Depok, Sony Hendro mengatakan, stok beras di gudang distributor melimpah. Lalu harga pun cenderung sudah turun.

“Setelah kami melaksanakan pemantauan, kondisinya di sana stok melimpah tren harganya juga cendrung turun,” ujar Sony, Rabu (28/02/24).

Sony menuturkan, harga yang masih tinggi di pasaran disebabkan karena pedagang masih menjual beras yang lama. Pedagang belum membeli stok beras yang baru dengan harga yang sudah turun tersebut.

“Mungkin karena pedagang ingin menghabiskan stok yang lama dulu sampai habis, baru membeli stok beras baru yang harganya sudah turun ini,” tuturnya.

Sony menuturkan, beras medium yang dijual distributor ke pedagang kini berkisar Rp13.500 per kilo gram (kg).

“Harganya turun Rp 1.500 per kg dari harga yang sebelumnya yakni Rp15 ribu per kg. Sedangkan beras premium yang ada dijual distributor ke pedagang Rp 16.500 per kg, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 18 ribu per kg,” ungkapnya seperti dilansir berita.depok.go.id.

Sebagai informasi, monitoring ke gudang distributor ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga beras.

Sementara itu salah seorang netizen di group WhatsApp Depok Media Center (DMC), mengomentari terkait pemberitaan turunnya harga beras tersebut.

“Turun dr truk,” tulis akun @hardiman

kang prabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *